Tutorial Cara Analisa Teknikal Forex Paling Akurat

Cara Analisa Teknikal Forex Paling Akurat

Menganalisa merupakan pekerjaan utama seorang trader. Semakin bagus kemampuan analisa seorang trader, maka semakin besar pula peluang trader tersebut untuk bisa mendapatkan keuntungan dari aktivitas trading yang dilakukan nya.

Secara keseluruhan ada dua cara yang bisa ditempuh oleh trader forex dalam menganalisa pergerakan harga, yaitu dengan menggunakan analisa fundamental forex dan dengan menggunakan analisa teknikal forex. Namun begitu, di kesempatan kali ini kami hanya akan fokus ke analisa teknikal saja.

Analisa Teknikal Forex Paling Akurat

Pada dasar nya teknik analisa forex analisa harian paling akurat sangat bergantung pada masing – masing individu. Suatu teknik analisa harian forex yang bekerja baik pada seorang trader belum tentu bekerja baik ketika digunakan oleh trader – trader lain nya. Namun begitu, menurut pribadi penulis, jika suatu teknik analisa memiliki winning rate lebih dari 50 persen, maka teknik analisa tersebut sudah bisa dikatakan bagus.

Menurut pribadi penulis sendiri, salah satu teknik menganalisa pergerakan mata uang yang paling akurat adalah dengan menggunakan analisa price action.

Price action atau pun aksi harga merupakan suatu teknik analisa forex yang sangat sederhana dan tidak banyak mengandalkan indikator. Secara umum, trader pengguna teknik price action cenderung hanya berpedoman pada gerak dan perilaku harga yang terjadi di titik support dan titik resistance.

Beberapa hal krusial yang wajib dipahami oleh trader yang hendak menggunakan teknik analisa price action adalah pembacaan trend, penentuan titik support & ressistance, penentuan titik supply & demand, dan pola candlestick.

Untuk pembacaan trend, beberapa pengguna teknik price action normal menggunakan analisa puncak bukit dan lembah. Namun begitu, sebagian trader price action yang lain juga ada yang menggunakan indikator moving average dengan periode besar, seperti moving average 200, 100, 50, dan 20.

Untuk penentuan titik support dan ressistance, price action trader normalnya menggunakan ujung swing high dan swing low yang telah terjadi. Untuk menandai titik support dan ressistance normal nya price action trader menggunakan bantuan garis horizontal.

Dalam beberapa kasus titik support dan ressitance sering kali dianggap sama dengan titik supply dan demand. Namun begitu dalam beberapa kasus tertentu banyak juga trader yang menganggap bahwa titik support dan ressistance itu berbeda dengan titik supply dan demand.

Nah, untuk pembacaan titik supply dan demand normal nya para trader price action akan mencari pola pergerakan harga yang bergerak dalam range sempit. Titik pergerakan harga ini dianggap sebagai titik keseimbangan atau pun titik equilibrium yang disepakati oleh buyer dan seller. Normal nya, bila harga bergerak menjauhi range tersebut, maka kodisi supply dan demand menjadi tidak seimbang dan dominasi satu pelaku pasar pun dimulai.

Dalam praktiknya, price action trader akan cenderung melakukan pembukaan posisi setelah melihat aksi harga yang terjadi di titik support & ressistance dan atau di titik supply & demand. Jika aksi harga tampak tidak mampu menembus titik tersebut, maka price action trader akan melakukan pembukaan posisi melawan gerak harga sebelumnya. Sebaliknya, jika aksi harga ternyata mampu menembus titik tersebut, maka price action trader akan melakukan pembukaan harga searah dengan gerak harga yang telah terjadi. Disamping itu, price action trader sering kali juga menggunakan beberapa pola candlestick sebagai trigger untuk pembukaan posisi.

Nah, itu lah sedikit penjelasan mengenai cara analisa teknikal forex paling akurat menggunakan price action. Semoga bermanfaat ya!